Seri RHN – Tentang Rohani dan Jasmani
Manusia adalah jasmani yang di rohanikan. Dan manusia seutuhnya adalah rohani yang telah menjasmani. Maka badan manusia bukan hanya materi semata-mata atau kejasmanian saja. Seluruh jasmani manusia dan segala-galanya tidak sama dengan jasmani binatang, karena jasmani manusia adalah rohani yang di jasmanikan dan di dalam terdapat roh yang menjasmani. Oleh karena itu tidak mengherankan jika peristiwa-peristiwa yang di alami manusia secara jasmaniah akan mempengaruhi gerak batin dan rohaninya. Dan sebaliknya situasi rohani seseorang juga akan tercermin dalam sikap dan tingkah laku lahiriyah atau jasmaniahnya.
Penyadaran serta pemurnian hubungan antara jasad dan rohani dalam kehidupan ini sangatlah penting sekali, kita sebagai manusia harus terus menjaga serta memeliharanya agar keduanya berhubungan dengan harmonis dan saling mengisi.
Jika keadaan ini tidak terjadi dalam diri manusia maka akan terjadi ketimpangan dan kekacauan hubungan yang mengakibatkan rusaknya kehidupan sebagai pribadi, dan dengan sendirinya akan rusak kehidupan dalam masayarakatnya. Serta akan menimbulkan malapetaka dalam keselarasan dengan alam disekitarnya yang menyebabkan bencana.
Tugas manusia itu harus memelihara kesehatan dari jasmaninya yang tumbuh berkembang dari tumbuhan atau makanan yang di makannya serta menjaga agar tetap bugar untuk dapat di pergunakan secara maksimal oleh daya yang menghidupinya. Begitupula manusia harus menjaga kesucian dan kemurnian rohaninya agar keberadaan rohani tetap pada posisi semula yaitu suci. Dengan sendirinya bila kita menjaga keduanya maka akan terjadi kesembangan rohani dan jasmani.
Dengan keseimbangan kehidupan jasmani dan rohani itu, maka manusia akan memperoleh derajat kesempurnaan yang beruntung di dunia dan akhirat.