Seri RHN – Roh

Roh itu berbadan rohani, Roh ialah perincian daya hidup yang memiliki fungsi hidup menghidupi segala sesuatu, yang di hidupi bersifat mati, tetapi yang menghidupi bersifat hidup dan kekal.

Roh memiliki fungsi hidup dalam mahluk, roh itu menjalin hubungan dengan tubuh fisik melalu cakra-cakra sebagai generator tubuh agar di aliri oleh daya hidup itu sendiri.. Setelah tubuh di aliri oleh daya hidup tadi maka tubuh akan sanggup membuat suatu gerakan, yang di sebut gerakan kehidupan.

Roh ialah pribadi manusia yang aktif menghidupi raganya di alam serta menyatakan diri dalam kehendak dan perbuatan. Yang mana dalam segala tindakan itu di barengi dengan rasa.

Roh merupakan benih hidup, Benih hidup adalah daya hidup yang terinci. Kehidupan adalah daya hidup yang ada atau nyata. Daya disini adalah energi hidup yang menghidupi. Daya hidup ini ada tetapi tidak bersifat materi. Setiap benih hidup, memiliki daya hidup terinci yang akan dihidupi itu harus mempunyai tempat atau wadah atau ruang.

Setiap Roh memiliki

* Aku
* Hidup
* Sadar

Tandanya roh itu hidup ialah berkehendak, tanda adanya kehendak dapat di hayati dalam rasa. Tiap roh itu tentu memiliki kesadaran, karena kesadaran merupakan ketentuan dalam roh.

Rasa merupakan pewujudan dari keberadan sang hidup yang menghidupi setiap raga.

Kejadian-kejadian rasa adalah :

* Menanggapi perangsang hati
* Menanggapi intuisi
* Merasa
* Meggagas
* Menyadari

Roh merupakan benih hidup terinci, yang sedang atau sudah punya fungsi hidup di dunia. Selama hidup didunia ini, pribadi manusia terdiri dari roh dan jiwa, serta manusia dalam kepribadiannya inilah yang lazim menyebut dirinya “aku”

Kepribadian manusia yang terdiri dari raga dan jiwa merupakan suatu kesatuan yang utuh yang tidak bisa dipisahkan, roh dan raga merupakan dwitunggal. Walapun dalam kenyataannya dua kehidupan antara roh dan jasmani dalam satu rangkaian kehidupan. Begitu juga kehidupan manusia merupakan suatu benih dan merupakan kenyataan dari mana akan tumbuh kehidupan rohaninya sehabis kematian. Kepribadian manusia sebagai suatu kesatuan berlangsung sampai terpisahnya raga dan jiwa, karena kematian. Dengan kejadian kematian inilah selesai sudah peranan roh di bumi di dalam diri manusia. Tetapi roh akan selalu eksis dan berada di alamnya yang bersifat kekal dan abadi.

“Aku” manusia menyatakan diri dalam kehendak dan perbuatan. Kehendak merupakan tanda kalau “Aku” itu hidup. Kehendak adalah saluran daya cipta manusia untuk melakukan aktifitasnya. Kehendak adalah peristiwa rohani dan perbuatan ialah peristiwa jasmani dari “Aku” manusia.

Kesadaran adalah pangkal kendali manusia atas kehendaknya dan berkehendak bebas dalam hubungannya dengan kehidupan dalam alam semesta. Kehendak adalah saluran pernyataan manusia mengenai ketentuan hatinya. Kebebasan kehendak manusia hanya dapat di atasi oleh kesadarannya. Siapa yang mengerti kehendak, tentu mengerti “Aku” nya. Siapa yang menyatu dengan kehendak tentu menyatu dengan “Aku”nya. Kehendak itu dapat dihayati, tetapi dalam perbuatanlah kehendak itu baru dapat di hidupi.

Penyatuan kehendak cuma bisa dilakukan dalam perbuatan yang kita hayati dan kita hidupi. Untuk dapat melakukan ini maka kita harus:

1. Perbuatan harus dikehendaki
2. Perbuatan harus dilakukan dalam realitas sekarang
3. Perbuatan harus bersama-sama dilakukan.

  • Who's Online

    4 visitors online now
    4 guests, 0 members

    Powered by Visitor Maps

  • Categories