Mengenal Diri
Upaya Mendapatkan Kebahagiaan Abadi
Di dunia ini mengalami kemajuan dalam segala hal, tetapi dalam bidang kerohanian, manusia tetap bodoh. Mereka menjelajahi angkasa, gunung dan lautan tetapi tidak pernah menjelajahi dirinya sendiri.
Tujuan akhir dari semua ilmu pengetahuan yang ada saat ini adalah satu dan hanya satu… yaitu engkau harus tahu siapa dirimu pada akhir kehidupanmu… engkau boleh mengetahui segala sesuatu, tetapi bila engkau tidak mengenal dirimu sendiri… maka engkau tetaplah dalam keadaan bodoh…
Manusia disebut bodoh apabila tidak bisa mengenal dirinya sendiri. Manusia boleh menguasai segala sesuatu yang ada di dunia, tetapi bila ia tidak tahu menahu tentang jiwanya, maka seluruh hidupnya akan menjadi sia-sia…
Tujuan hidup manusia adalah untuk bersatu kembali dengan Tuhan, maka apabila manusia memalingkan mukanya dari Tuhan… manusia tersebut akan mengalami kehampaan dalam kasih sayang dan menjadi musuh bagi sesamanya…
Semua agama mengkhotbahkan kebenaran etika dan kerohanian yang sama untuk umat manusia. Ajaran pokok setiap agama adalah bahwa manusia harus berkelakukan baik, percaya kepada Tuhan dan berhubungan dengan Dia (bergabung dengan Dia).
Tetapi mereka tidak pernah mengetahui bagaimana sesungguhnya para Mahatma itu mencapai puncak kerohanian dan bagaimana kita sebagai umatnya dapat mencapaiNya. Mereka menekankan pentingnya untuk mempercayai kitab-kitab suci, tetapi mereka tidak pernah menerangkan bagaimana kita juga dapat mengalami semua hal yang diuraikan dalam kitab-kitab suci itu. Mereka tidak pernah membawa kita kesana.
Dalam keadan dunia seperti saat ini, para suci menunjukkan rahasianya dan memberitahukan jalan yang mudah untuk mencapai kenyataan yang terdapat dalam diri setiap umat manusia. Mereka mengatakan… “jalan itu telah diciptakan oleh Tuhan.. jalan itu telah ada sejak awal penciptaan dilakukan… jalan itu bukanlah ciptaan manusia…”.
Para suci mengatakan bahwa Tuhan memang ada dan bahwa semua agama berusaha untuk menyatukan diri dengan Dia. Jalan penyatuan diri dengan Tuhan itu disebut agama… Religion berasal dari kata religare yang berarti penyatuan atau mengikat. Tujuan agama yang sejati sudah terkandung dalam makna kata itu sendiri…
Para suci mengatakan kepada kita bahwa Tuhan dapat ditemukan di dalam salah satu kuilnya yaitu tubuh manusia. Jiwa maupun Tuhan terdapat di dalam tubuh manusia, tetapi keduanya terhalang oleh tirai ke akuan… dan karena itulah maka jiwa tidak dapat melihat Tuhan…
Selama seseorang tidak pernah masuk ke dalam diri secara sadar, mengadakan persekutuan dengan Tuhan dan kemudian menjadi Dia… maka semua usaha yang dilakukan akan menjadi sia-sia belaka…
Selama pikiran kita tidak pernah sekalipun terdiam, maka jiwapun tidak dapat menghayati kesunyian yang memancarkan suara sunyi atau sabda. Melalui hubungan dengan sabda, jiwa kita akan menyatu dengan kesunyian itu sendiri… Begitulah rahasia kesunyian…
Kehidupan rohani digunakan untuk menyatakan kehidupan yang menyatu dengan Tuhan, dan bukan kehidupan yang dilewatkan dengan sekedar memikirkan tentang Dia…
Bagaiman kita dapat menyatu dengan Tuhan…?
Tuhan yang tidak terbatas, yang melampaui semuanya ini… yang tersebar dari segala yang besar dan mengambil wujud yang terkecil di antara wujud yang terkecil… Tuhan menampakan diriNya dalam hati manusia…
Kebenaran ini menakjubkan… karena Tuhan Yang Maha Besar tak terhingga dan Maha Kuasa, membiarkan diriNya terkurung dalam hati manusia…
Jika kekuasaan sebagai manusia disatukan dengan Tuhan yang tidak terbatas, maka engkau akan menjadi Maha Besar dan Maha Kuasa… engkau telah manunggal dengan Tuhan…
Proses yang menyatukan Tuhan dengan dirimu disebut sebagai bakti atau jalan pengabdian…
Kekuatan manusia sebenarnya tidak terbatas… engkau akan tetap kecil (terbatas) selama engkau menyamakan dirimu dengan badan jasmani. Engkau selalu berpikir “aku adalah badan jasmani ini…” maka pikiran ini menyebabkan engkau akan selalu tetap kecil dan terbatas…
Bila engkau dengan dengan Tuhan dan bila engkau disayang oleh Tuhan… engkau akan memperoleh kasihNya… dan segera semua sifat burukmu akan lenyap dan diganti dengan sifat-sifat yang baik yang merupakan pengejawantahan Sang Illahi…
Cara termudah untuk mendekatkan diri kepada Tuhan ialah dengan mengingat Dia pada waktu melihat… mengatakan… dan melakukan apapun juga… inilah yang disebut sebagai Kesadaran berke-Tuhanan…
Dan engkau akan menemukan tiga hal :
1. Mengetahui Tuhan ada di dalam dirimu…
2. Melihat Dia secara langsung…
3. Manunggal dengan Dia…
Demikianlah tahapan yg harus kau ikuti untuk mencapai Tuhan…
Bila engkau ingin menyatu dengan Tuhan… engkau harus mempunyai perasaan Tuhan… engkau harus memperoleh wujud Tuhan… engkau harus mempunyai semua sifat Tuhan…
Dalam kesadaran seperti itulah engkau dapat menyatu dengan Tuhan… engkau harus merasa bahwa semua sifat Tuhan terwujud dalam dirimu… kelapangan hati Tuhan harus menjadi bagian dari dirimu…
Apabila pada akhirnya engkau mengalami kemanunggalan yang sempurna dengan Tuhan, maka engkau telah menyatu dengan kedamaian dan kebahagian yang abadi… yaitu Tuhan itu sendiri…