Perjalanan Sirnagalih
Perjalanan Sirnagalih, adalah perjalanan dalam pembersihan hati dari semua kotoran yang mengendap. Apakah itu? Yaitu tuhan-tuhan semu kita yang kita ciptakan sendiri yang akhirnya Tuhan yang Mutlak tertutupi olehnya, makanya kita tidak bisa melihat Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan-tuhan semu itu bisa berupa kelekatan kepada harta benda, harapan, ketakutan, jabatan, kecintaan terhadap sesuatu dll, yang akhirnya kita sendiri terjebak dan terpenjara, maka kita semua masuk kedalam suasana kegelapan yang berkepanjangan.
Coba anda renungkan berapa ribu tahun manusia telah menerima ajaran agama? Tetapi mana hasilnya ? Malahan kondisi kita dalam kualitas keimanan jauh lebih turun dari sebelum agama diturunkan, mulai kesadisannya, keserakahannya, penghancuran dan perusakan alam? Semuanya itu tidak menunjukkan manusia yang ber-Tuhan ? Kita semua tertidur lelap, dalam kegelapan, kebodohan, mimpi yang berkepanjangan dll? Mari saudaraku bangun-bangun! Kini saatnya anda bangun, kini saatnya anda untuk berkarya, mari kita bersihkan hati pikiran kita dari keterjebakan oleh sesuatu yang semu? Lihat keberadaan sekarang bukan masa lalu atau masa akan datang tetapi sekarang, sekarang, sekarang!
Makanya dengan adanya pelajaran Sirnagalih bukan untuk menjadi sakti, tetapi untuk menyadarkan manusia, atau memanusiakan manusia. Bangkit wahai manusia yang tertidur. Karena manusia merupakan pewujudan dari citra Ilahi, jangan engkau gadaikan kemuliaanmu dengan sesuatu, engkau sudah mulia, engkau sudah sempurna, naiklah ketingkat kemanusiaan, jangan berkekalan di alam kehewanan atau alam rendah, naik terus sampai anda semua sampai ke alam Ketuhanan silahkan anda melebur dengan-Nya, maka anda selamat.
Pengobatan atau materialisasi yang diajarkan bukanlah tujuan, ini hanya permainan anak-anak biar kita bisa bermain dengan kebesaran Tuhan, dengan ini kita bisa merasakan bahwa Tuhan itu ada, dan dapat meningkatkan kualitas keimanan kita semua. Tetapi anda semua harus hati-hati karena dengan terbukanya energi dan aktifnya cakra-cakra secara penuh ini pun bisa menjadikan kita semua masuk kedalam jurang kesombongan dan ketakaburan jika kita tidak dapat mengendalikan diri kita. Ingat kita semua tidak memiliki sesuatu, polos, jangan engkau akui yang bukan milikmu.
Tujuan kita serta perjalanan kita masih jauh, kita masih harus melalui jurang-jurang ujian agar kita berkualitas, mungkin sedikit atau bisa dihitung oleh jari orang yang telah sampai atau akan sampai kesana.
Sirnagalih bukan suatu perguruan atau aliran, tidak mewakili golongan atau menjanjikan sesuatu, tetapi membangunkan kesadaran yang tertidur. Sirnagalih bukan milik golongan, perorangan, apalagi pemerintah, Sirnagalih hanya milik orang-yang menginginkan kembali kehadirat Tuhan semesta alam dengan sungguh-sungguh, dengan cara membersihkan hati dari tuhan-tuhan palsu.
Inilah inti dari pelajaran Sirnagalih, dengan kebersihan dan kesadaran yang matang, maka setiap cakra-cakra dan jalur eterik bersih maka bila kesadaran kita bangkit maka ia akan merasakan serta mengendalikannya energi kesadaran itu dengan semestinya agar ia sendiri tidak celaka apalagi mencelakakan orang lain.
Silahkan bangun wahai orang yang sudah terbangun, silahkan taburkan kesadaranmu dimuka bumi ini, niscaya kebahagiaan akan engkau raih, bangunlah fasilitas untuk penyebaran, karena semuanya dari kalian maka hasilnyapun kalian pula yang menikmati, dari anda untuk anda.
Ingat seandainya semuanya sudah bersih maka energi kesadaran akan bangkit dengan sendirinya, dan energi kesadaran itu adalah milik anda dan sudah berada di dalam diri anda, berhentikan pencarian kesempurnaan diluar dirimu, menyelamlah ke dalam diri sendiri niscaya anda akan menemukan apa yang anda cari selama ini. Anda belajar dari sepuluh guru maka anda mendapatkan sepuluh permasalahan, anda banyak membaca buku itulah guru bisu yang manakala bisa baik atau sebaliknya.
Makanya saya tidak membikin perguruan atau aliran, Sirnagalih bukan perilmuan itu hanya sebuah tempat yang makna namanya klop dihati serta pas dengan perjalanan hidup saya. Karena orang menanyakan apa nama ilmunya saya bilang Sirnagalih. Habis tidak tahu sih, harus bilang apa? Energi hanyalah salah satu bahasannya saja bukan tujuan dari perjalanan. Suatu saat juga ilmunya akan dibuang tidak diperlukan lagi! Semoga anda menyadari bahwa pelajaran kehidupan ini masih banyak, yang disampaikan ke anda semua masih dalam kulitnya saja, semoga anda beramai-ramai meningkatkan kualitas diri serta anda semua berhasrat untuk kembali kehadiratNya dalam keadaan beriman. Jangan kelekatan dengan ilmu ini bebaskan diri anda…
